Dalam suatu
upaya pemahaman, kajian tauhid dapat dibagi atas empat, yakni Tauhidul Af’al,
Tauhidul Asma, Tauhidul Sifat dan Tauhidul Dzat. Pembagian tauhid menjadi empat
ini untuk memudahkan pemahaman saja. Tauhid sebenarnya tidak terbagi atas
bagian-bagian. Seperti halnya sekepal tinju terdiri dari jempol, telunjuk, jari
tengah, jari manis dan jari kelingking. Setelah dirinci agar jelas kemudian
semua jari dikepal kembali untuk membentuk sebuah tinju.
Kata AF’AL
sama artinya dengan PERBUATAN. Jadi Tauhidul Af’al berarti semua yang terjadi
di dunia ini adalah perbuatan Allah. Semua yang terlihat adalah perbuatanNya,
termasuk perbuatan memperlihatkan segala sesuatu tersebut. Seseorang yang
menulis sepucuk surat di atas selembar kertas dengan menggunakan sebuah pena
pada hakikatnya adalah perbuatan Allah. Sekiranya tampak adanya perbuatan
makhluk atau seseorang di dalam hal ini, maka perbuatan itu sebenarnya adalah
bayang-bayang atau seakan-akan saja, bukan yang sebenarnya.
Orangtua
yang memberi makan kepada anaknya, sebenarnya bukanlah perbuatan orangtua
tersebut yang memberi makan tetapi perbuatan Allah. Tetapi pikiran melalui persepsi
mata mengartikan perbuatan memberi makan adalah perbuatan orangtua. Keterangan
tentang ini dapat diperhatikan di ayat berikut: “dan Tuhanku, Yang Dia
memberi makan dan minum kepadaku” (Asy syu’araa’ (26) : 79).
Demikan
pula yang menyembuhkan pasien di rumah sakit bukanlah seorang dokter, tetapi
Allahlah yang menyembuhkan. Perbuatan dokter mengobati hanyalah bayang-bayang.
Dokter hanya dipilih untuk melaksanakan kewajiban atas kehendak dan kuasa
Allah. Keterangannya di dalam al Quran sebagai berikut: “dan apabila aku
sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, (Asy syu’araa’ (26) : 80).
Keterangan
tentang perbuatan Allah ditegaskan lagi dalam Surat Ash Shaaffaat (37) : 96
yang berbunyi: “Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu
perbuat itu." Selanjutnya penjelasan Tauhidul Af’al dipertegas lagi
melalui ayat di Surat Al Anfaal (8) : 17) “.... dan bukan kamu yang melempar
ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. ...”
Demikian
semoga ada manfaatnya sebagai pengetahuan. Kritik positif dan saran perbaikan
selalu ditunggu. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar