Selasa, 31 Januari 2017

TAUHIDUL AF'AL

Dalam suatu upaya pemahaman, kajian tauhid dapat dibagi atas empat, yakni Tauhidul Af’al, Tauhidul Asma, Tauhidul Sifat dan Tauhidul Dzat. Pembagian tauhid menjadi empat ini untuk memudahkan pemahaman saja. Tauhid sebenarnya tidak terbagi atas bagian-bagian. Seperti halnya sekepal tinju terdiri dari jempol, telunjuk, jari tengah, jari manis dan jari kelingking. Setelah dirinci agar jelas kemudian semua jari dikepal kembali untuk membentuk sebuah tinju.

Kata AF’AL sama artinya dengan PERBUATAN. Jadi Tauhidul Af’al berarti semua yang terjadi di dunia ini adalah perbuatan Allah. Semua yang terlihat adalah perbuatanNya, termasuk perbuatan memperlihatkan segala sesuatu tersebut. Seseorang yang menulis sepucuk surat di atas selembar kertas dengan menggunakan sebuah pena pada hakikatnya adalah perbuatan Allah. Sekiranya tampak adanya perbuatan makhluk atau seseorang di dalam hal ini, maka perbuatan itu sebenarnya adalah bayang-bayang atau seakan-akan saja, bukan yang sebenarnya.

Orangtua yang memberi makan kepada anaknya, sebenarnya bukanlah perbuatan orangtua tersebut yang memberi makan tetapi perbuatan Allah. Tetapi pikiran melalui persepsi mata mengartikan perbuatan memberi makan adalah perbuatan orangtua. Keterangan tentang ini dapat diperhatikan di ayat berikut: “dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku” (Asy syu’araa’ (26) : 79).

Demikan pula yang menyembuhkan pasien di rumah sakit bukanlah seorang dokter, tetapi Allahlah yang menyembuhkan. Perbuatan dokter mengobati hanyalah bayang-bayang. Dokter hanya dipilih untuk melaksanakan kewajiban atas kehendak dan kuasa Allah. Keterangannya di dalam al Quran sebagai berikut: “dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, (Asy syu’araa’ (26) : 80).

Keterangan tentang perbuatan Allah ditegaskan lagi dalam Surat Ash Shaaffaat (37) : 96 yang berbunyi: “Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu." Selanjutnya penjelasan Tauhidul Af’al dipertegas lagi melalui ayat di Surat Al Anfaal (8) : 17) “.... dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. ...”

Demikian semoga ada manfaatnya sebagai pengetahuan. Kritik positif dan saran perbaikan selalu ditunggu. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar